Selasa, 28 Januari 2020

Putri Yang Ditukar

Alkisah sore itu saya praktek seperti biasanya. Beberapa pasien sudah berlalu. Senang rasanya bisa bertemu dengan mereka, menjadi perantara kesembuhan mereka dan sebagai efek sampingnya saya bisa mendapat rezeki yang halal lagi baik dari mereka. Alhamdulillah yah..!

“Berikutnya, panggil Dok?” tanya suster. Tidak pakai ngesot.

“Ya, oke….!”

“Nyonya Ira (ini nama bukan sesungguhnya)!” panggil suster yang selalu baik hati ini.

Lalu masuklah seorang wanita yang saya perkirakan berusia dua puluhan. Sinar matanya lugu.


BACA SELENGKAPNYA DI https://bsmijakarta.or.id/pemalsuan-wajah-rokok/

Membangkitkan Ruh dan Jiwa Seorang Guru

Hidup tidak bisa lepas dari pendidikan. Karena manusia diciptakan bukan sekedar untuk hidup. Ada tujuan yang lebih mulia dari sekedar hidup yang mesti diwujudkan dan itu memerlukan ilmu yang diperoleh lewat pendidikan. Inilah salah satu perbedaan antara manusia dengan makhluk lain, yang membuatnya lebih unggul dan lebih mulia.

Pendidikan diperlukan oleh semua orang. Jika orang dewasa yang biasanya sudah terbentuk akhlak dan karakternya masih memerlukannya, maka anak-anak dan para pemuda yang belum terbentuk jauh lebih memerlukan. Bukankah potret orang dewasa adalah hasil pendidikannya yang dimulai dari usia anak-anak sampai dia dewasa?


BACA SELENGKAPNYA DI https://nurulqurandepok.com/membangkitkan-ruh-dan-jiwa-seorang-guru/

Minggu, 19 Januari 2020

Pemalsuan Wajah Rokok

Tempo hari saya didatangi tiga pemuda di kantor yang menawarkan kesempatan menjadi donatur untuk sebuah acara seni. Awalnya saya tertarik mendengarkan karena berkaitan dengan drama musikal dengan pemerannya sendiri yang datang ke kantor saya. Hingga pada satu titik mood saya ambruk karena dengan bangga mereka menyebut satu yayasan terkenal yang berkaitan dengan produksi rokok sebagai inisiator acara ini.

Tak ada yang baru, sesungguhnya. Hanya saja, praktik ‘corporate social responsibility’ ala rokok terus saja gencar dilakukan meski sebenarnya mayoritas pakar corporate social responsibility (CSR) menolak gaya ‘CSR’ rokok sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Laporan WHO menyatakan bahwa industri rokok dianggap masuk dalam kategori harmful industry sehingga tidak ada satu pun indeks socially responsible investment (SRI) yang menyertakan perusahaan rokok ke dalam portofolio investasinya. Para pakar CSR pun menolak berbagai keterlibatan industri rokok dalam aktivitas ilmiah CSR, seperti yang pernah terjadi dalam forum Ethical Corporation Asia di Hongkong pada tahun 2004. BAT dan Philip Morris, dua perusahaan rokok terbesar di dunia, awalnya terdaftar sebagai sponsor emas dan mengirim eksekutifnya sebagai pembicara, namun ditolak melalui petisi 86 pakar CSR dan etika bisnis.  Survey mutakhir pun menunjukkan bahwa kinerja CSR industri rokok termasuk yang paling rendah di kalangan industri. Survey CSR Monitor oleh Globescan pada tahun 2007 menunjukkan skor industri rokok jauh lebih rendah dari industri tambang, bahkan industri minuman beralkohol.

BACA SELENGKAPNYA DI https://bsmijakarta.or.id/pemalsuan-wajah-rokok/


Adab Mengenalkan Agama kepada Anak

Sejak kecil anak sudah mulai mengenal ajaran agama.Yang paling utama adalah mengenal Allah sebagai Maha pencipta, nabi dan rasul sebagai pembawa risalah ilahiyah, alam semesta sebagai tempat beribadah, dan etika dalam menjalani hidup.

Semua itu dijelaskan dengan sederhana dalam buku at-Tarbiyah wal Adab.Buku yang diterbitkan oleh Bashaer yang berpusat di Arab Saudi ini disusun berdasarkan kondisi anak yang kini hidup di era teknologi dan serba kemudahan. Ketika membahas Allah misalkan, buku ini mengarahkan anak untuk memahami bahwa dirinya diciptakan oleh Yang Mahapencipta.

Sedangkan orang tua yang melahirkan hanyalah wasilah agar anak memiliki ikatan batin dengan orang tua yang kelak membesarkannya. Anak ketika beranjak dewasa harus berbakti kepada kedua orang tua dan membahagiakan keduanya. Bila ayah dan ibu sudah meninggal, maka anak harus mendoakan mereka.

BACA SELENGKAPNYA DI https://nurulqurandepok.com/adab-mengenalkan-agama-kepada-anak/

Rabu, 08 Januari 2020

Pengobatan Cara Nabi: Pengalaman Pribadi atau Petunjuk Ilahi?

Umat Islam meyakini bahwa Allah menurunkan obat untuk tiap penyakit. Nabi mendorong kaum muslimin untuk mencari pengobatan untuk penyakit, dan sahabat selalu mendengarkan nasihat Nabi yg berhubungan dengan pengobatan. Namun ada perbedaan pendapat tentang tip-tip pengobatan dari Nabi, ada yg mempercayai bahwa hal itu bagian dari informasi yang diterima dari Allah SWT., dan ada pula yang punya pendapat berbeda, bahwa tip-tip pengobatan itu adalah pengalaman pribadi dan hasil dari pengaruh lingkungan.

Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa setiap penyakit ada obatnya kecuali tua dan kematian. Hal ini menginspirasi para pasien dan dokter untuk selalu memiliki harapan. Orang yang sakit akan terus memilki harapan bahwa cepat atau lambat mereka akan mendapat obat yang menyembuhkan, sedangkan dokter akan terus bekerja keras menemukan obat untuk berbagai penyakit.

Namun, sebagian masyarakat bersikap berlebihan dalam hal ini, dan sikap berlebihan ini cenderung sia-sia. Sikap berlebihan cenderung merusak agama, sebagai mana juga merusak ilmu pengetahuan. Beberapa tips pengobatan nabi kepada para sahabat, adalah wajar berdasarkan latar belakang dan fakta bahwa Beliau adalah orang Arab, yang hidup di lingkungan Arab dan belajar kebudayaan masyarakat sekitar. Nabi pembelajar yang hebat, beliau cerdas, peka, & berwawasan akan berbagai hal. Sehingga beliau mampu belajar dari sekelilingnya.

BACA SELENGKAPNYA DI https://bsmijakarta.or.id/pengobatan-cara-nabi-pengalaman-pribadi-atau-petunjuk-ilahi/

PARENTING ISLAMI: CARA MENDIDIK ANAK AGAR BAHAGIA

Bicara keluarga pada hakikatnya kita bicara tentang kader penerus dan kader pemimpin. Itu yang diyakini oleh M. Jazir ASP, Ketua Dewan Pembina Masjid Percontohan Nasional Jogokariyan, Jogja.

Jazir menyimpulkan hal ini dari surat Al Furqon ayat 74. Ayat yang mengabadikan doa ibadurrahman ‘hamba-hamba Ar Rahman’ dalam  firman-Nya,  “Dan  orang-orang  yang berkata, Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang yang bertaqwa.”

Di ayat ini, lanjut Jazir, orang yang beriman kepada Ar Rahman harus berkiprah sebagai keluarga dan sebagai pemimpin. “Maka keluarga muslim harus menyiapkan calon-calon pemimpin di tengah umat. Setiap keluarga harus berfungsi sebagai wadah pengaderan pemimpin,” jelasnya.

BACA SELENGKAPNYA DI https://nurulqurandepok.com/parenting-islami-cara-mendidik-anak-agar-bahagia/

Rabu, 01 Januari 2020

Putri Yang Ditukar

Alkisah sore itu saya praktek seperti biasanya. Beberapa pasien sudah berlalu. Senang rasanya bisa bertemu dengan mereka, menjadi perantara kesembuhan mereka dan sebagai efek sampingnya saya bisa mendapat rezeki yang halal lagi baik dari mereka. Alhamdulillah yah..!

“Berikutnya, panggil Dok?” tanya suster. Tidak pakai ngesot.

“Ya, oke….!”

“Nyonya Ira (ini nama bukan sesungguhnya)!” panggil suster yang selalu baik hati ini.

Lalu masuklah seorang wanita yang saya perkirakan berusia dua puluhan. Sinar matanya lugu.

“Silahkan duduk Bu Ira…”, saya mempersilahkan pasien ini duduk. Saya mulai membuka lembar rekam medis.


BACA SELENGKAPNYA DI https://bsmijakarta.or.id/putri-yang-ditukar/



Adab Mengenalkan Agama kepada Anak

Sejak kecil anak sudah mulai mengenal ajaran agama.Yang paling utama adalah mengenal Allah sebagai Maha pencipta, nabi dan rasul sebagai pembawa risalah ilahiyah, alam semesta sebagai tempat beribadah, dan etika dalam menjalani hidup.

Semua itu dijelaskan dengan sederhana dalam buku at-Tarbiyah wal Adab.Buku yang diterbitkan oleh Bashaer yang berpusat di Arab Saudi ini disusun berdasarkan kondisi anak yang kini hidup di era teknologi dan serba kemudahan. Ketika membahas Allah misalkan, buku ini mengarahkan anak untuk memahami bahwa dirinya diciptakan oleh Yang Mahapencipta.

Sedangkan orang tua yang melahirkan hanyalah wasilah agar anak memiliki ikatan batin dengan orang tua yang kelak membesarkannya. Anak ketika beranjak dewasa harus berbakti kepada kedua orang tua dan membahagiakan keduanya. Bila ayah dan ibu sudah meninggal, maka anak harus mendoakan mereka.


BACA SELENGKAPNYA DI https://nurulqurandepok.com/adab-mengenalkan-agama-kepada-anak/